Subscribe me now

More Article »

Important

Popular Posts

Random Post

Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Desember 2011

Golkar Lambar Belum Pastikan Usung Calon

PATAKA - Ketua DPD Partai Golkar Lampung Barat Mirzalie, SS, SH (ketiga dari kiri) masa bhakti 2009-2014 saat menerima pataka Partai Golkar dari Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung, beberapa waktu lalu. (Foto: Koridor/dok)
Liwa – Kendati tahapan awal pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) kurang dari tiga bulan, Maret 2012 mendatang, namun DPD Partai Golkar Lampung Barat hingga saat ini belum memastikan akan mengusung calon atau tidak. Hal tersebut dikatakan Ketua DPD Golkar Lampung Barat Mirzalie, SS, SH, kemarin.
Diakui Mirzalie, saat ini partai berlambang beringin tersebut tengah mengalami keterpurukan, khususnya di Lampung Barat, sehingga membutuhkan kerja keras dan ketekunan untuk membangkitkan kembali partai yang pernah berkuasa di zaman orde baru itu. “Kita sampai hari ini belum menentukan siapa-siapa yang akan dicalonkan untuk Pemilu 2012 mendatang. 
Saat ini kita tengah fokus pada kegiatan konsolidasi di dalam tubuh partai,” jelas mantan ketua KPUD Lampung Barat itu. Penentuan apakah akan mengusung calon atau tidaknya, lanjut Mirzalie, akan terlihat dari kesiapan partai hingga akhir Desember mendatang. Saat ini, selain konsolidasi yang dilaksanakan di tubuh Partai Golkar Lampung Barat, kata dia, pihaknya juga terus melakukan pembenahan dari sisi lainnya, seperti struktur partai itu sendiri. 
“Saat ini kita terus melakukan pembenahan. Kalau struktur di tingkat DPD hingga tingkat PK sudah selesai Desember mendatang dan didukung oleh soliditas para kader partai, baru kita akan menentukan mengusung calon atau tidak,” tutur Mirzalie, seraya menambahkan jika struktur partai sudah baik, tidak ada hal yang tidak mungkin dapat dilaksanakan, terlebih tujuan partai.
Namun, menurut Mirzali, hal terpenting yang dilaksanakan Partai Golkar Lampung Barat saat ini adalah, upaya untuk memajukan dan membuat perubahan bagi partai itu sendiri. Dengan harapan, ke depan Partai Golkar Lampung Barat dapat lebih baik dalam memberikan perannya pada pelayanan masyarkat Lampung Barat.
Masih menurut Mirzalie, mengurus dan membesarkan partai saat ini bukanlah hal yang mudah. Karena asumsi miring masyarakat terhadap partai sudah semakin menjamur. Masyarakat saat ini, kata dia, membutuhkan aksi nyata. 
Namun dengan keberadaan Partai Golkar, Mirzalie yakin pandangan buruk masyarakat terhadap partai dapat ditepis dengan karya nyata, sesuai dengan tujuan dibentuknya Partai Golkar yang berdasarkan karya kekaryaan. “Masyarakat sekarang ini sulit percaya kepada partai, karena pandangannya bahwa partai itu menganut sistem NATO (No Action, Talk Only),” terang Mirzalie. Vic/D-1

PPP Temukan Capres Terkuat

Romahurmuziy
Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan menemukan dalam survei internal mereka, Susilo Bambang Yudhoyono masih calon Presiden terkuat. Urutan berikutnya, Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto sehingga praktis karena SBY tak bisa maju lagi, dua orang itu yang terkuat saat ini.
 
Menurut Sekretaris Jenderal PPP Romahurmuziy, usia ternyata tidak menjadi usia. "Juga ada anak muda bukan orang partai, akademisi tapi punya dukungan lumayan sebagai kuda hitam," kata Romy saat dihubungi, Senin (19/12). Namun Romy menolak menyebut nama tokoh ini.
 
Romy menyatakan, PPP menilai ada tiga syarat untuk bisa maju di Pemilihan Presiden 2014 yakni kapabilitas, integritas dan daya dukung. "Masalah usia menjadi tidak penting," katanya.
 
Dan PPP nantinya, akan mendukung selain berdasarkan kesamaan aspirasi, juga dukungan yang cukup baik di masyarakat. "Akseptabilitas menjadi mendasar untuk dipertimbangkan," kata Romy. "Ketika reses kan kader kita minta meresapi masyarakat." Viv/D-1

Amien Rais: Hatta-Prabowo Silakan Jadi Capres

Amien Rais
Jakarta - Mantan Ketua MPR Amien Rais mempersilakan tokoh-tokoh muda untuk maju menjadi calon presiden pada Pemilu 2014. Ia berpesan kepada mereka untuk benar-benar memperhatikan sektor ekonomi dalam membangun negara.

“Sikalan berlomba, Hatta (Rajasa), Prabowo (Subianto), SMI (Sri Mulyani Indrawati), Puan (Maharani),” kata Amien Rais di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (19/12). Hatta Rajasa saat ini adalah Menteri Koordinator Perekonomian di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hatta juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional, partai yang didirikan Amien di era reformasi.

Sedangkan Prabowo Subianto merupakan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Pada Pemilu 2009 lalu, Prabowo ikut bertarung sebagai calon wakil presiden, berpasangan dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Sementara itu, Sri Mulyani Indrawati yang kini menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia, sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Terakhir, Puan Maharani. Ia menjabat sebagai salah satu Ketua Dewan Pengurus Pusat PDIP. Ia digadang-gadang menggantikan peran ibunya, mantan presiden RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, di masa mendatang.

“Jadi silakan berlomba. Tapi suguhkan (program) ekonomi yang meyakinkan, agar kami betul-betul bisa menatap masa depan dengan mantap,” tegas Amien Rais. Ia mengusulkan kepada para calon presiden mendatang untuk membuat blue print perekonomian yang sesuai dengan konstitusi.

“Kalau Hatta mau maju, buatlah Hattanomics. Jadi kami tahu ekonomi ala Hatta itu bagaimana. Kalau Prabowo mau maju, buatlah Prabowonomics. Di negara modern, modelnya seperti itu,” terang Amien. Ia mengingatkan, mantan-mantan Presiden Amerika Serikat juga memiliki model ekonomi khusus yang kerap diidentikkan dengan nama mereka. “Ada Clintonomics, Reganomics,” imbuh Amien.

Ia berharap agar calon presiden mendatang memiliki wawasan mendalam untuk membangun perekonomian negara, sehingga sistem ekonomi yang berlaku di Indonesia tidak seperti sekarang. “Sekarang ini jelas ekonomi kepasar-pasaran, neolib-neoliban, sementara ekonomi Pasal 33 UUD ’45 dilupakan,” sesal Amien.

Amien juga meminta kepada mereka yang berniat untuk maju menjadi capres, untuk tidak basa-basi dalam menegakkan hukum dan memberantas korupsi. viv/D-1

Hasyim Muzadi Yenny Wahid Sabar Saja...

Jakarta - Tokoh dan mantan Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi meminta Yenny Wahid, putri almarhum Gus Dur, bersabar atas keputusan Kementerian Hukum dan HAM yang menyatakan bahwa Partai Kemakmuran Bangsa Nusantara yang didirikannya tak lolos verifikasi badan hukum partai politik. Hasyim berharap Yenny bisa jernih melihat siapa yang dihadapinya.

Menurut Hasyim yang dihadapi Yenny bukanlah PKB pimpinan Muhaimin Iskandar, melainkan pemerintahan saat ini yang memang belum berpihak kepadanya.
"Yang sabar saja Yenny itu karena sebenarnya yang dihadapi itu bukan Muhaimin, yang dihadapi adalah rezim yang sekarang," ujar Hasyim usai memberikan sambutan refleksi akhir tahun 2011 di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Senin (19/12).

Menurut Hasyim, dukungan Muhaimin terhadap pemerintah SBY-Boediono saat ini memang tak diragukan lagi. Karena itu, dia memandang wajar saja apabila Muhaimin lebih didukung oleh pemerintahan saat ini. "Dia (pemerintah saat ini, red) lebih suka Muhaimin karena loyalitasnya penuh," kata Hasyim.

Hasyim menyarankan agar Yenny tidak berputus asa mendirikan partai politik di kesempatan mendatang. "Saya kira tunggu saja perubahan kekuasaan," katanya. Viv/D-1

Pembatasan Usia Capres Timbulkan Diskriminasi

Marzuki Alie
Jakarta - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie menyatakan bahwa pembatasan usia bagi calon presiden dan wakil presiden akan menimbulkan diskriminasi.

"Jangan bicara usia soal calon presiden dan wakil presiden. Jangan membuat diskriminasi. Semua punya kesempatan. Yang penting punya integritas, kapasitas , kemampuan untuk memimpin, punya loyalitas untuk rakyat dan dipilih oleh rakyat," kata Marzuki di Gedung DPR RI di Jakarta, Senin (19/12).

Ketua DPR RI itu mencontohkan, banyak pemimpin di dunia, seperti di Cina dan Korea Selatan, yang berusia lebih dari 70 tahun, namun bisa membuat rakyatnya sejahtera.

"Di Cina itu, pemimpinnya banyak yang sudah berumur dan mereka maju. Begitu juga dengan Korea Selatan. Mereka itu luar biasa," sebut Marzuki.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lukman Hakim Saefuddin mengatakan, dari hasil survei internal PPP soal calon presiden, muncul tokoh baru dan terbilang muda yang dianggap sebagai kuda hitam bagi calon presiden yang sudah ada.

"Dari hasil survei internal PPP, ada tokoh baru, seorang anak muda, bukan orang parpol tapi akademisi. Anak muda itu punya dukungan dan bisa sebagai kuda hitam," kata Lukman.

Hasil survei itu, tambah Wakil Ketua MPR RI itu, nama-nama seperti Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto masih menempati peringkat atas.

"Nama Megawati Soekarnoputri, masih menduduki posisi tertinggi. Disusul Prabowo Subianto serta anak muda dari akademisi itu," kata dia.

Soal wacana pembatasan usia bagi seorang calon presiden, Lukman menegaskan, faktor usia bukan segalanya untuk maju sebagai calon presiden dan wakil presiden.

"Ukurannya bukan usia, tapi kapabilitas, integritas, juga daya dukung yang dimiliki seseorang bila maju sebagai calon presiden. Tiga syarat itu yang mninimal harus dimiliki untuk running di 2014. Masalah usia menjadi tidak penting," kata Lukman Hakim.

Sebelumnya, mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Amin Rais, mengusulkan agar calon presiden dan wakil presiden tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda.

"Saya sepintas melihat capres dan cawapres 2014 nanti, calon-calonnya, tidak terlalu banyak kelihatan. Yang sepuh-sepuh, yang berumur 60-70 tahun itu memang sulit untuk dimunculkan. Artinya, generas seperti saya, Akbar Tanjung, Wiranto dan Megawati Soekarnoputri, memang berat, hampir usailah," kata Amin.

Ia menyebutkan, kalau capres dan cawapresnya terlalu muda, juga dinilai masih kurang matang.

"Mungkin yang dibutuhkan adalah "in between", tua belum, muda lewat, antara 45-55 tahun," kata Amin.

Lebih lanjut, Amin menyebutkan, nama-nama in between adalah Ketum PAN, Hatta Rajasa, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani dan Pramono Anung.

"Yang tua agak sulit, yang muda gak banyak," ujar mantan Ketua MPR RI itu. Amin menyebutkan, alasan tokoh tua sulit maju karena saat ini perubahan zaman,

"Sekarang zaman peremajaan. Kalau umur 70 tahun maju, walaupun bijak, tapi sudah over dan sudah lewat waktunya," kata Amin. Ant/D-1

Technology

 
Copyright © 2011. SERUWIT: Politik . All Rights Reserved
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website. Inspired from CBS News